Sabtu, 03 November 2012

Percobaan Fotosintesis


Pendahuluan
Proses fotosintesis merupakan proses pemanfaatan energy matahari oleh tumbuhan hijau yang terjadi pada kloroplas. Fotosintesis terjadi melalui dua tahap yaitu tahap reaksi terang (fotofosforilasi) dan tahap reaksi gelap (siklus calvin). Reaksi terang terjadi di ganum (grana), reaksi gelap terjadi di dalam stroma.
Tumbuhan hijau memiliki kemampuan menggunakan CO2 dari udara yang akan diubah menjadi bahan organic dengan bantuan cahaya matahari. Tidak semua radiasi cahaya matahari dapat dimanfaatkan untuk kegiatan fotosintesis, hanya pada radiasi cahaya tampak (380 – 700 nm). Cahaya tampak terbagi atas cahaya merah (610 – 700), hijau kuning (510 – 600 nm), biru ( 410 – 500 nm), dan violet
Percobaan ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh warna cahaya terhadap kecepatan fotosintesis dan mengetahui jenis cahaya yang memiliki pengaruh yang tinggi terhadap proses fotosintesis
Alat dan bahan
1. Gelas kimia ukuran 100 ml
2. Corong kaca kecil
3. Tabung reaksi
4. Thermometer
5. Bascom plastic /ember kecil
6. Kantong kresek warna kuning, merah putih, hijau orange, biru dan hitam
7. Kawat
8. Tumbuhan hydrilla verticilata (tumbuhan air untuk aquarium)
9. Benang jahit
Langkah kerja
1. Rangkailah alat dan bahan seperti gambar dibawah ini, dengan catatan tabung reaksi harus dalam keadaan penuh berisi air (jangan ada rongga udara
2. Buatlah rangkaian alat sebanyak 6 set untuk tiap kelompok
3. Rangkaian pertama biarkan dalam keadaan terbuka dan letakkan di tempat yang terkena cahaya matahari langsung.
4. Rangkaian kedua sungkup dengan plastic warna biru dan diletakkan ditempat yang terkena cahaya matahri langsung
5. Rangkaian ke tiga sungkup dengan plastic orange diletakkan ditempat yang terkena cahaya matahri langsung
6. Rangkaian ke empat sungkup dengan plastic kuning dan diletakkan ditempat yang terkena cahaya matahri langsung
7. Rangkaian ke lima sungkup dengan plastic merah dan diletakkan ditempat yang terkena cahaya matahri langsung
8. Rangkaian ke enam sungkup dengan plastic hijau dan diletakkan ditempat yang terkena cahaya matahri langsung
9. Rangkaian ke tujuh sungkup dengn plastic gelap dan letakkan di tempat tertutup
Tabel hasil pengamatan
No
perlakuan
waktu
Suhu
Gelembung*)
1
Tidak disungkup
10 menit
…………..0C

2
Disungkup plastik biru
10 menit
…………..0C

3
Disungkup plastik orange
10 menit
…………..0C

4
Disungkup plastik kuning
10 menit
…………..0C

5
Disungkup plastik merah
10 menit
…………..0C

6
Disungkup plastik hijau
10 menit
…………..0C

7
Disungkup plastic hitam
10 menit
…………..0C

Keterangan
- Bila tidak ada gelembung
+ Bila sedikit gelembung
++ Bila jumlah gelembung sedang
+++ Bila banyak gelembung
++++ bila banyak sekali gelembung
Pertanyaan
1. Berdasarkan kegiatan di atas, tentukan:
a.Variablebebasnya …………………………………………………………………………
b.Variabelterikatnya ………………………………………………………………………..
c. Variable kontrolnya ………………………………………………………………………
2. Perlakuan mana yang yang menghasilkan gelembung udara lebih banyak? Mengapa? …………………………………………………………………………………………………………………………………
3. Perlakukan mana yang menghasilkan gelembung udara paling sedikit? Mengapa?
………………………………………………………………………………………………………………………………..
4. Apakah tujuan penggunaan warna kantong kresek yang bervariasi?
……………………………………………………………………………………………………………………………….
5. Gelembung gas apakah yang dihasilkan dari percobaan tersebut? Bagaimana cara membuktikannya?
…………………………………………………………………………………………………………………………………
6. Berdasarkan banyak sekitnya gelembung gas yang dihasilkan dari tiap-tiap perangkat eksperimen, urutkanlah dari yang menghasilkan gelembung gas besar ke yang menghasilkan gelembung gas paling sedikit!
………………………………………………………………………………………………………………………………..
7. Berdasarkan kegiatan di atas tentukan factor apakah yang mempengaruhi proses fotosintesis?
……………………………………………………………………………………………………………………………………
8. Berdasarkan eksperimenmu warna cahaya manakah yang paling efektif untuk proses fotosintesis

Rabu, 25 April 2012

MAKNA JANJI


Pada tahun 1989 terjadi gempa bumi berskala 6,9 SR di San Fransisco, Amerika Serikat. Sedikitnya 63 orang tewas dan ratusan terluka dalam bencana ini yang terjadi hanya dalam waktu 15 detik.

Ada seorang ayah yang meninggalkan istrinya di rumah setelah kondisinya dirasa aman, lalu ia buru-buru pergi ke sekolah anaknya. Setibanya di sana, ia mendapati gedung sekolah sudah dalam kondisi mengenaskan.

Begitu menghapus rasa terkejutnya, sang ayah teringat akan janji yang diucapkannya pada anaknya: "Apa pun yang terjadi, aku akan selalu ada untukmu!" Ia lalu mulai memikirkan rute jalan yang biasanya dilalui sang anak menuju kelasnya setiap pagi. Ia mencoba mengingat-ingat letak kelas anaknya yang kemungkinan berada di sudut kanan belakang gedung sekolah. Ia pun segera berlari ke sana dan mulai menggali reruntuhan gedung.

Selagi ia terus menggali, datang orangtua lainnya yang putus asa dan memanggil nama anaknya. Orangtua lain yang bermaksud baik berusaha menarik si ayah itu dari sisa bangunan sekolah yang mengenaskan, dengan berkata, "Sudah terlambat!"; "Mereka semua sudah meninggal"; "Kau tidak mungkin bisa menolong! Pulang sajalah!"; "Terima saja kenyataannya, tidak ada lagi yang bisa kau lakukan!" Si ayah menjawab semua komentar itu dengan ucapan, "Maukah Anda bantu saya sekarang?" dan setelah itu, ia melanjutkan penggaliannya demi sang anak.

Kepala dinas pemadam kebakaran tiba di tempat dan mencoba menarik si ayah itu dari reruntuhan bangunan sekolah dengan berkata, "Sudah mulai ada percikan api, terjadi ledakan di mana-mana. Anda dalam bahaya. Kami akan menangani masalah ini. Anda lebih baik pulang saja."

Lalu, seorang polisi datang dan berkata, "Anda itu sedang marah dan cemas. Semuanya ini sudah berakhir. Anda bisa membahayakan orang lain. Pulang sajalah. Kami akan menyelesaikan masalah di sini!"

Dengan berani, si ayah masih terus menggali karena ia perlu tahu: apakah anak lelakinya masih hidup atau sudah meninggal.

Delapan jam sudah berlalu, dan si ayah masih terus menggali... 12 jam... 24 jam... 36 jam... lalu di jam ke-38 ia mengangkat sebongkah besar batu dan mendengar suara anak lelakinya.

Ia memanggil nama anaknya: "ARMAND!"

Anak itu balas berteriak, "Ayah!?! Ini aku, Yah! Aku bilang ke anak-anak yang lain supaya tidak cemas. Kubilang kalau Ayah masih hidup, kau akan menyelamatkan aku. Dan begitu Ayah menyelamatkan aku, mereka juga akan diselamatkan. Ayah kan pernah berjanji, Apa pun yang terjadi, Ayah akan selalu ada untukku! Dan Ayah sudah penuhi janji itu!"

"Bagaimana kondisi di sana? Ada berapa anak?" tanya si ayah.

"Kami tinggal ber-14 dari 33 anak, Yah. Kami ketakutan, lapar, haus, dan bersyukur Ayah ada di sini. Waktu bangunan sekolah ambruk, ternyata runtuhannya membentuk segitiga. Dan itu menyelamatkan kami."

"Ayo, sekarang keluarlah, Nak!"

"Tidak, Yah! Biarkan anak yang lain lebih dulu karena aku yakin Ayah akan menolongku! Apa pun yang terjadi, aku tahu kau akan selalu ada untukku!"
____________________

Bagi sebagian orang, sebuah janji hanyalah janji tanpa merasa perlu untuk memenuhi janji yang telah diucapkannya itu. Seandainya si ayah dalam kisah di atas juga punya sikap mental seperti itu, pasti ia akan langsung menyerah begitu melihat kondisi mengenaskan bangunan sekolah. Janji pada anaknya akan diabaikan begitu saja, sehingga penantian si anak akan pertolongan sang ayah menjadi sia-sia. Dengan begitu, ceritanya akan memiliki akhir yang berbeda.

Janji itu adalah utang. Seperti halnya kita selalu ingin bebas dari utang, mari kita mulai sekarang belajar untuk selalu menepati janji agar ia tidak berubah menjadi utang yang menumpuk. Tapi jika dirasa kita tidak mampu untuk memenuhi sebuah janji, sebaiknya jangan ucapkan janji itu.

Rabu, 23 November 2011

Hukum Mendell


Tokoh peletak prinsip dasar genetika adalah Gregor Johan Mendell seorang biarawan dan penyelidik tanaman berkebangsaan Austria.
Pada tahun 1866 Mendell melaporkan hasil penyelidikannya selama bertahun-tahun atas kacang ercis/kapri (Pisum sativum). Untuk mempelajari sifat menurun Mendell menggunakan kacang ercis dengan alasan:
-    memiliki pasangan sifat yang menyolok
-    bisa melakukan penyerbukan sendiri
-    segera menghasilkan keturunan atau umurnya pendek
-    mampu menghasilkan banyak keturunan, dan
-    mudah disilangkan 
 
Inilah tiga langkah eksperimen yang dilakukan Mendell. Perhatikan dengan cermat perbandingannya berdasar warna bunga.



Hukum Mendell I/Hukum Pemisahan Bebas
Hukum Mendell I dikenal juga dengan Hukum Segregasi menyatakan: ‘pada pembentukan gamet kedua gen yang merupakan pasangan akan dipisahkan  dalam dua sel anak’. Hukum ini berlaku untuk persilangan monohibrid (persilangan dengan satu sifat beda).
Contoh dari terapan Hukum Mendell I adalah persilangan monohibrid dengan dominansi. Persilangan dengan dominansi adalah persilangan suatu sifat beda dimana satu sifat lebih kuat daripada sifat yang lain. Sifat yang kuat disebut sifat dominan dan bersifat menutupi, sedangkan yang lemah/tertutup disebut sifat resesif.
Perhatikan contoh berikut ini:
Disilangkan antara mawar merah yang bersifat dominan dengan mawar putih yang bersifat resesif.
 Persilangan monohibrid dengan kasus intermediet
Sifat intermediet adalah sifat yang sama kuat, jadi tidak ada yang dominan ataupun resesif.
Contoh: disilangkan antara mawar merah dengan mawar putih
 
Hukum Mendell II/Hukum Berpasangan Bebas
Hukum Mendell II dikenal dengan Hukum Independent Assortment, menyatakan: ‘bila dua individu berbeda satu dengan yang lain dalam dua pasang sifat atau lebih, maka diturunkannya sifat yang sepasang itu tidak bergantung pada sifat pasangan lainnya’. Hukum ini berlaku untuk persilangan dihibrid (dua sifat beda) atau lebih.
Contoh: disilangkan ercis berbiji bulat warna kuning (dominan) dengan ercis berbiji kisut warna hijau (resesif)
 







 
Konsep Backcross dan Testcross
Backcross (silang balik) adalah langkah silang antara F1 dengan salah satu induknya.
            F1     x    salah satu induk (P)
Testcros (uji silang) adalah persilangan antara suatu individu yang genotifnya belum diketahui dengan individu yang telah diketahui bergenotif homozigot resesif. Gunanya untuk mengetahui apakah genotif suatu individu tersebut homozigot ataukah heterozigot.
                ?    x    homozigot resesif
Persilangan Resiprok
Persilangan resiprok adalah suatu persilangan dimana sifat induk jantan dan betina bila dibolak-balik/dipertukarkan tetapi tetap menghasilkan keturunan yang sama.